Cerita Dewasa 2016 – Kepuasan Ngentot Dengan Dilla Di Hotel

5683 views
Agen Betting Terpercaya Obat Pembesar Penis

Cerita Dewasa 2016 – Kepuasan Ngentot Dengan Dilla Di Hotel | Aku pulang dari Balikpapan setelah berada di sana selama tiga minggu untk urusan kantor. Aku tdk dapat pesawat yang langsung ke Jakarta, jadi terpaksa naik pesawat terakhir yang transit di Surabaya. Krn badan terasa lelah sekali, begitu pesawat take off aku langsung tertidur lelap dgn melepas seat belt agar lebih nyaman. Aku sdh tdk peduli dgn penumpang di sampingku.

Cerita Dewasa 2016 - Kepuasan Ngentot Dengan Dilla Di Hotel Cerita Dewasa 2016 - Kepuasan Ngentot Dengan Dilla Di Hotel Cerita Dewasa 2016 - Kepuasan Ngentot Dengan Dilla Di Hotel foto bugil sex jav artis tsubasa amami 6Cerita Dewasa 2016 – Kepuasan Ngentot Dengan Dilla Di Hotel |  Seorang wanita berumur tiga puluhan. Tiba-tiba aku dikejutkan dgn suara halus. “Pak, sandarannya ditegakkan dan sabuknya dipasang. Sdh mau landing” Ternyata suara pramugari mengingatkanku. Aku setengah terkejut dan kesadaranku masih belum pulih ketika roda pesawat sdh menyentuh landasan. Setelah pesawat berhenti baru aku sadar sepenuhnya. Kemudian awak kabin mengumumkan pesawat akan transit selama 45 menit dan penumpang dipersilakan untk turun menunggu di ruang tunggu bandara Juanda. Krn aku duduk di dekat jendela, maka aku menunggu wanita tadi keluar dari bangkunya. Aku mengikuti barisan penumpang yang turun dan tak lama aku sdh berada di ruang tunggu. Wanita tadi duduk di depanku agak ke menyamping ke kanan. Aku berdiri sebentar dan merentangkan tgnku agar otot-ototku relaks, lalu duduk lagi.

 

Cerita Dewasa 2016 – Kepuasan Ngentot Dengan Dilla Di Hotel | Wanita tadi memperhatikanku sekilas. Kulempar senyum dan iapun membalas sekedarnya. Kacamata tipis, mungkin minus satu atau paling banter minus dua bertengger di hidungnya yang bagus. Kubaca Matra Edisi Khusus yang kubeli di book store. Liputannya ttg kehidupan malam sepanjang Bopunjur. Tahu Bopunjur Bogor, Puncak, Cianjur. Kubuka-buka sebentar dan sekilas isinya aku sdh tahu. Bahkan bukan sombong, tempat-tempat yang disebutkan di dlm liputan itupun bukanlah sesuatu yang asing bagiku. Akhirnya kuletakkan Matra tadi di atas meja di sampingku. Wanita tadi sekilas memperhatikan covernya. “Mas, boleh pinjam majalahnya ” ia bertanya sambil mendekat mengambil Matra tadi. Sayang, rupanya tempat duduknya kemudian diambil orang yang berdiri dan mengobrol dgn teman yang duduk di sebelah wanita tadi. Kuturunkan tasku dari bangku di sampingku dan tanpa disuruh wanita tadi sdh duduk di situ dan mulai muembuka lembaran majalah yang dipegangnya.

Cerita Dewasa 2016 – Kepuasan Ngentot Dengan Dilla Di Hotel | Terdengar pengumuman bahwa pesawat yang kunaiki mengalami gangguan teknis sehingga pemberangkatan ditunda satu jam. Kudengar gerutuan sebagian penumpang. Wanita tadi cuma memiringkan kepalanya memperhatikan pengumuman tadi dan setelah itu ia kembali asyik membaca. Setelah tigapuluh menit membaca, ia menyerahkan majalah itu kembali padaku sambil mengucapkan terima kasih. Aku memulai percakapan. “Ke Jakarta ” tanyaku. “Iya, untk tugas dari kantor,” jawabnya. “Di Jakarta tinggal di mana ” tanyaku lagi. “Belum tahu, sebenarnya saya harus ke Ciawi untk ikut kursus, tapi nampaknya kita akan kemalaman tiba di Cengkareng. Aku sendiri belum hafal Kota Jakarta. Apalagi malam hari. Tadi kalau berangkat siang sih sebenarnya ada panitia yang jemput. Mau langsung ke Ciawi agak ngeri, apalagi setelah membaca liputan tadi”.

Dari logatnya aku menduga ia berasal dari Banjar. Setelah kutanyakan kepadanya ternyata benar dan ia sdh bekerja di Balikpapan selama lima tahun. Aku tdk menanyakan statusnya. Buat apa pikirku. Toh aku tdk berniat memacarinya. “Kerja di mana sih ” Pertanyaanku mulai menjurus hal-hal yang personal. “Saya apoteker”. “Pantas bajunya bau obat,” aku kelepasan bicara. Aku baru sadar setelahnya. Ia melengos mukanya memerah, mungkin tersinggung dgn ucapanku tadi. Satu jam berlalu dan kulihat ia menjadi gelisah sambil terus-menerus memandang keluar, ke arah landasan. Akhirnya setelah seperempat jam kemudian pesawat kami sdh siap melanjutkan penerbangan dan para penumpangpun naik ke pesawat. Lima puluh menit kemudian pesawat sdh tiba di Cengkareng. Krn tdk bawa bagasi, aku bergegas keluar. Wanita tadi masih menunggu tas satunya di bagasi. Aku masih berdiri di luar sambil cari-cari taksi ketika wanita tadi mendekatiku. “Mas pulangnya kemana ” “Saya tinggal di Jakarta Timur”.

Dia kelihatan ragu hendak mengatakan sesuatu. Aku menduga-duga ini ada kaitannya dgn tujuan kepergiannya. “Kalau mau begini saja. Mbak nginap saja di hotel, besok pagi baru berangkat ke Ciawi. Lebih aman,” kataku menyarankan. Kulihat dia ragu-ragu dan kelihatan seperti sosok yang lemah. Dia menatapku lagi seakan-akan minta perlindungan. “OK, jadi begini, Mbak nginap di hotel. Saya akan temani. Eh.. Maksudnya saya ambil kamar satu jg di sana. Besok pagi saya antar ke Ciawi. Kebetulan saya masih ada kelebihan hari perjalanan dinas,” kataku memutuskan. Akhirnya dia setuju dan mukanya menjadi cerah. “Oh ya maaf, dari tadi kita belum kenalan. Saya Della,” katanya sambil mengulurkan tgn. “Anto,” kataku sambil kujabat tgnnya. Aku berpikir, kalau saja dia tdk memerlukan pertolonganku, mungkin dia tdk akan mengajak berkenalan. Tapi wajar saja krn dia perempuan. Beberapa menit kemudian kami sdh sampai di sebuah hotel di kawasan Matraman. Kami dapat kamar bersebelahan. Kami masing-masing masuk ke kamar dan berjanji untk makan di bawah setelah mandi dan merapikan diri. Setengah jam kemudian kuketuk pintu kamarnya. Tok tok tok. “Della.. Della. Ini Anto”. “Tunggu sebentar Mas”.

Tak lama kemudian ia membuka pintu kamarnya. Kulihat sekilas barangnya masih berantakan di atas ranjang. Kamipun segera turun ke bawah untk mencari makanan. Dgn pertimbangan biaya kuajak dia untk makan di warung tenda saja. Di Jakarta tdk ada tempat untk gengsi. “Saya dari Balikpapan kepingin makan gudeg setelah sampai di Jawa,” katanya. “Ada, nanti kita cari,” jawabku sambil menyusuri trotoar. Jalan sdh mulai lancar, kupegang tgn kanannya. Ia terkejut dan dgn halus menarik tgnnya. Sekilas kulihat jarum pendek sdh melewati angka sembilan. “Sorry.. Saya hanya mau lihat jam saja kok”. Ia hanya menunduk dan kamipun terus berjalan. Setelah makan gudeg, kami kembali ke hotel dan duduk di lobby. Rasa penat masih terasa di badanku. Aku sebenarnya mau massage, tapi nggak enak sama Della. Kami masih bicara ke sana ke mari, sampai akhirnya kami merasa mengantuk. Kulihat jam dinding menunjukkan jam setengah sebelas.

Kami naik dan kuantar dia di depan kamarnya. Kuharap dia mempersilakanku masuk, namun Della hanya mengucapkan terima kasih kemudian selamat malam dan menutup pintunya. Sekilas kulihat sorot matanya yang berbinar memandangku. Aku masuk ke kamar dan langsung membaringkan diri ke atas ranjang tanpa membuka pakaianku. Kucoba untk memejamkan mata, tetapi tdk bisa. Kubayangkan Della yang tidur sendirian di kamar sebelah. Lebih satu jam aku hanya bergolek ke kanan kekiri tanpa bisa memejamkan mata. Akhirnya kuputuskan kuhubungi saja gadis di kamar sebelah ini. Kuraih gagang telepon dan kutekan nomor kamarnya, 237. Setelah beberapa kali berdering kemudian dari seberang terdengar suara agak serak, “Hallo”. “Della, belum tidur kan ” “Eh.. Mas Anto. Belum Mas, mataku tdk bisa terpejam. Padahal di lobby tadi sdh menguap terus. Mikirin besok pagi”. “Atau lagi mikirin yang lainnya kali,” kataku menggodanya. “Ahh Mas Anto ini ada-ada saja”. “Kita ngobrol lagi aja yuk,” ajakku. “Sdh malam, nggak enak dilihatin orang nanti”. “Ini Jakarta Non, saya ke kamarmu ya ” kataku dgn nada setengah memaksa. “Iya deh,” katanya lemah. Kuketok pintu kamarnya tiga kali dan kemudian pintu dibuka dari dlm. Aku masuk, kini barangnya gantian berantakan di atas kursi. “Maaf Mas, berantakan. Belum sempat beresin. Rencananya besok aja sekalian berkemas. Duduk, Mas!”.

Aku mengedarkan pandanganku. Krn sdh tdk ada tempat duduk lagi maka aku duduk diatas ranjangnya. Kami akhirnya ngobrol ttg pengalaman kami masing-masing saat masih kuliah. Semakin lama semakin seru topik obrolan kami. Ia mengeluarkan dua kaleng minuman ringan dari mini bar. Dan meletakkannya di antara kami. “Diminum Mas”. Aku mengambil satu kaleng tapi tdk kubuka, hanya kupegang-pegang saja. Entah bagaimana awalnya, tgnnya tiba-tiba sdh kupegang dan kutarik dia ke pangkuanku. Kucium bibirnya dgn ganas. Della menghindari ciumanku, tapi aku tdk menyerah. Kucoba lagi, kali ini bibirku mendarat pas pada bibirnya. Ia meronta sebentar tapi kemudian ia membalas ciumanku dgn tdk kalah ganasnya. “Mas.. Ah.. Ehh .. Ouhh,” Ia gelagapan membalas seranganku. Kulepaskan seranganku sebentar krn aku merasa jalan tol sdh terbuka di depanku, skrg tinggal tunggu saat yang tepat saja untk memacu mobilku. Kutatap dia dgn tajam. Ia kelihatan jengah dan menghindari tatapanku. Ketika mata kami saling bertemu, aku memberi isyarat dgn menganggukkan kepalaku. Iapun mengangguk malu dan menundukkan mukanya.

Aku sedikit terkejut ketika sadar bahwa ia tdk mengenakan bra di bawah kausnya. Aku tahu krn putingnya menonjol, membentuk bayangan satu titik di kausnya. Aku tersenyum sambil melirik pada payudara Della. Della hanya tersenyum melihatku, kakinya ditaruh di atas pahaku dan dia menyodorkan dadanya ke depan mukaku. Tanpa diberi komando aku langsung meremas payudaranya dgn penuh nafsu. Tgnku kemudian membuka kausnya. Aku menciumi payudaranya dan menghisap putingnya yang mulai mengeras. Tgn Della membelai rambutku sambil sesekali mendorongnya ke payudaranya. Aku menggunakan jariku untk membelai daerah selangkangannya, dan jariku jg mulai menekan terutama di lipatan vaginanya. Tgn Della digesek-gesekan di peluru kendaliku yang jg sdh mengeras. “Aah.. Mas ss.. Enak.. Teruss.. Anto.. Ahh” Mendengar erangan Della nafsuku sdh tdk dapat ditahan lagi. Aku merebahkan diri sambil menciumi leher Della dan naik ke bibirnya. Kubuka celana panjangku. Aku terus menciumnya dgn penuh nafsu, kutindih tubuhnya diatas spring bed yang empuk. Kulirik bayangan di kaca lemari. Badanku yang besar seolah-olah menenggelamkan badannya yang mungil. Sambil mendesah Della tertawa kegelian, “Ahh.. Nafsu amat sih..” Kubuka celana pendeknya dan kutarik sekaligus dgn selana dlmnya. “Akhh..”

Kami saling mengulum bibir dgn penuh nafsu, nafas kami mulai tdk teratur. Kaki Della menjepit pinggangku Aku menciumi leher kemudian turun ke payudaranya, lalu aku hisap putingnya. Terus turun dan menghisap pusarnya, Della tdk tahan diperlakukan demikian, “Anto.. Akh.. Geli akh..,” Aku terus menciuminya lalu aku turun dan saat sampai di depan selangkangannya aku menurunkan kepalaku, menjilati paha dan sesekali menggigitnya. Dia mengganjal kepalanya dgn bantal dan memperhatikanku. Ketika mulutku akan menyapu vaginanya ia menarik kepalaku ke atas dan menciumiku kembali. “Jangan.. Aku tdk biasa..”. Peluru kendaliku kuarahkan ke vaginanya yang basah, kutekan perlahan dan saat sdh masuk setengahnya aku menekan dgn keras. “Sshh.. Akhh.. Terus To.. Akh..,” Della merintih Bibir kami saling bertautan dgn kuat. Ketika kulepaskan bibirnya yang justru mencari-cari bibirku. Mulutnya setengah terbuka sambil mendesis-desis. Aku menggerakkan peluru kendaliku dgn perlahan dan kadang aku percepat temponya. Rasanya peluru kendaliku dijepit dan diremas-remas dgn kuat oleh otot vaginanya. Dan hal ini membuat aku semakin tdk tahan, peluru kendaliku rasanya sdh hampir meledak.

Aku terus memompa peluru kendaliku di vaginanya dgn tempo yang bertambah cepat. Nafasku mulai memburu. Payudaranya kuremas dan kupencet sehingga putingnya bertambah menonjol. Kujilati putingnya dan kugigit-gigit dgn bibirku. Aku menghnetak-hentakkan tubuh Della ke ranjang dgn kasar saat aku sdh tdk dapat menahan ledakan peluru kendaliku, “Dell Della.. Akh.. Ouch.. Akh..”. Kurasakan tubuh Della jg mulai bergetar dan bergerak-gerak dgn irama yang liar. Matanya merem melek, bola matanya memutih. Kakinya menjepit pinggangku. Tubuhku mengejang dan aku menekan tubuh Della hingga semakin tubuh kami semakin merapat. “Akh.. Anto.. Nikmat sekali.. Sss” “Yeah Della.. Akh. Kalau saja dari tadi.. Pasti aku..” “Akh.. Tekan yang cepat dan kuat.. Akh..” Mata Della merem melek menikmati sodokan peluru kendaliku. Aku kemudian mengangkat kedua kakinya dan memegangnya dgn tgnku. Aku dlm posisi setengah jongkok dgn tumpuan kedua lututku. Tgnku memegang pinggangnya dan peluru kendaliku menekan dgn irama yang semakin cepat. Vaginanya terasa basah dan becek, namun peluru kendaliku bagaikan dijepit kuat dgn tang. “Akgh Anto.. Aku hampir.. A a kku.. Hampir keluarhh.. Ouchhggakhh,”

Kurebahkan tubuhku diatas tubuhnya dan kupeluk dgn rapat. Aku menikmati ekspresinya saat Della menunggu mencapai orgasmenya. Kudiamkan sejenak gerakan peluru kendaliku. Della memprotes dan tgnnya memegang pinggangku serta menggerakkannya naik turun. Kurasa tensinya sedikit turun. Aku masih ingin menikmati permainan dan kuharapkan dapat kucapai puncak bersama-sama. Aku mengehentakkan pantatku naik turun dgn sedikit kasar. Keringat kami sdh mulai bercucuran. Tgn Della meremas-remas pantatku dan kadang menariknya seolah-oleh peluru kendaliku kurang dlm masuk dlm vaginanya. Saat aku merasakan hampir meledak aku melambatkan gerakanku dan mengatur nafasku sambil menghisap putingnya, ketika perasaan itu sedikit hilang aku mulai bergerak lagi. Tgnnya meremas pundakku dan dgn liar bibirnya mencari bibirku. Dia mendesah dan gerakannya sangat liar. Aku tahu kini saatnya kami dapat mencapai puncak kenikmatan tertinggi bersama-sama. “Yeah.. Anto.. Akhh. Kamu belum mau keluar jg.. Akhh ouchh..”

Della mengejang dia mengangkat pantat menekan peluru kendaliku sehingga rasanya sampai di dasar rahimnya dan peluru kendaliku serasa disedot dgn kuat, tubuh Della melengkung dan tgnnya mengusap pipiku dgn kuat. Kutekan pantatku perlahan namun penuh tenaga. “Yeacchchh..”. Tubuh kami menggelinjang dgn hebat, kami berteriak dan tdk perduli jika ada orang lain yang mendengarnya. “Akhh.. To.. Anto.. Aakkhh..”. “Della kamu hebataunhh.. Akh.. Ouchhakhh.. Akh.. Ouch..” Kami mengelepar menikmati kenikmatan yang kami rasakan bersama. Aku beranjak bangun dari tubuhnya saat peluru kendaliku sdh mengecil, Tubuhnya bergetar saat aku mencabut peluru kendaliku. “Kau luar biasa Del.. Hmm.. Tabat Barito ya!” pujiku. Ia tersenyum saja dan menggayut di lenganku, “Kok tahu aja sih..”. Katanya manja. “Apoteker yang punya obat-obatan lengkappun masih mengandalkan Tabat Barito. Luar biasa memang,” kataku lagi.

Kami tidur berpelukan sampai pagi dan paginya kuantarkan dia ke Ciawi. Dia berjanji akan menginap lagi semalam di Jakarta dan memberikan lebih lagi nanti pada saat dia mau pulang ke Balikpapan.

E N D

Incoming search terms:

  • ngentot dilla
  • dila ngentot
  • cerita ngentot dila
  • ngentot dila
  • memek dila
  • cerita dewasa dengan pembantu dilla
  • guru mulus ngentot dihotel
  • cerita dewasa bdiberi kepuasan
  • cerita dewasa dilla
  • vagina abg della

Tags: #cerita dewasa #cerita mesum #cerita ml #cerita ngentot #cerita porno #cerita sex #daun muda #terbaru 2016

Tinggalkan pesan "Cerita Dewasa 2016 – Kepuasan Ngentot Dengan Dilla Di Hotel"

Penulis: 
author
nama saya ironika saya lahir november 1994 saya tinggal disuatu kota kecil yang memiliki ompset susu terbaik di negeri ini,saya orang nya suka tertawa dari pada ditertawain orang lain bagi saya sukses itu memerlukan perjuangan bahkan bisa menjadikan kepala jadi kaki kaki jadi kepala yeaaaaaaahhhhhh