Cerita Sex Dewasa 2016 Janda Sexy Yang Haus Kontol

12882 views
Agen Betting Terpercaya Obat Pembesar Penis

Cerita Sex Dewasa 2016 Janda Sexy Yang Haus Kontol | Aku sudah belasan tahun praktek dikawasan Jakarta Barat, rata-rata pasienku di kalangan menengah kebawah aku juga tidak mau mebandinngkan dengan dokter-dokter lainya yang kaya akan materi tapi aku tidak akan mengeluh dengan hasil apa adanya aku suda bisa mensyukuri tapi jujur saja aku juga ingin membahagiakan istriku.

Cerita Sex Dewasa 2016 Janda Sexy Yang Haus Kontol  Cerita Sex Dewasa 2016 Janda Sexy Yang Haus Kontol Cerita Sex Dewasa 2016 Janda Sexy Yang Haus Kontol pup

Cerita Sex Dewasa 2016 Janda Sexy Yang Haus Kontol | Dengan pekerjaanku yang melayani masyarakat kelas bawah, yang sangat memerlukan pelayanan kesehatan yang terjangkau, aku memperoleh kepuasan secara batiniah, karena aku dapat melayani sesama dengan baik.

 

Cerita Sex Dewasa 2016 Janda Sexy Yang Haus Kontol | Namun dibalik itu, aku pun memperoleh kepuasan yang amat sangat dibidang non materi lainya. Suatu malam hari, aku diminta mengunjungi pasien yang katanya sedang sakit parah dirumahnya. Seperti biasa, aku mengunjunginya setelah aku menutup praktek pada sekitar setengah sepuluh malam, ngak terduga. apa yang aku pikirkan.

Cerita Sex Dewasa 2016 Janda Sexy Yang Haus Kontol | Ternyata sakitnya sebenarnya tidaklah parah bila ditinjau dari kacamata kedokteran, hanya flu berat disertai kurang darah, jadi dengan suntikan dan obat yang bisa aku sediakan bagi mereka yang kesusahan memperoleh obat malam-malam, siibu dapat diringankan penyakitnya.

Saat aku mau meninggalkan rumah siibu, ternyata tanggul ditepi sungai jebol, dan air bak menerjang, hingga mobil kijang buntutku serta merta terbenam sampai setinggi kurang lebih 50 senti dan mematikan mesin yang sempat hidup sebentar.

Air dimana-mana, dan aku pun membantu keluarga siibu untuk mengungsi ke atas, karena kebetulan rumah petaknya terdiri 2 lantai dan dilantai atas ada kamar kecil satu-satunya tempat anak gadis siibu tinggal.

Karena tidak ada kemungkinan untuk pulang, maka siibu menawarkan aku untuk menginap sampai air surut. Dikamar yang sempit itu, siibu segera tertidur dengan pulasnya, dan tinggalah aku berduaan dengan anak siibu, yang ternyata dalam sinar remang-remang, tampak manis sekali maklum umurnya aku prik ke jam perkirakan baru sekitar awal dua puluhan.

“Pak dokter, maaf ya kami tidak dapat menyungguhkan apa apa, agaknya semua perabotan dapur terpendam dibawah”, katanya dengan suara yang begitu merdu, sekalipun diluar terdengar hamparan hujan masih mendayu dayu.

“Oh, enggak apa-apa kok dik”, sahutku. Dan untuk melewati waktu, aku banyak bertanya padanya, yang ternyata bernama Dea.

Ternyata Dea adalah janda tanpa anak, yang suaminya meninggal karena kecelakaan di laut 2 tahun lalu. karena hanya berdua saja dengan ibunya yang sakit-sakitan, maka Dea tetap menjanda.

Dea sekarang bekerja pada pabrik konvensi pakain anak-anak, namun perusahaan tempatnya berkerja pun terkena dampak krisis ekonomi yang berkepanjangan. Saat aku melirik ke jam tanganku, ternyata jam telah menunjukan jam setengah dua dini hari,dan aku lihat Dea mulai terkantuk-kantuk maka aku sarankan dia untuk tidur saja , dan karena sempitnya kamar ini, aku terpaksa duduk disamping Dea yang mulai merebahkan diri.

Tampak rambut Dea yang panjang terburai diatas bantal. Dadanya yang membusung tampak naik turun dengan teraturnya mengiringi nafasnya. Ketika Dea berbalik badan dalam tidurnya, belahan bajunya agak tersingkap, sehingga dapat kulihat buah dadanya yang montok dengan belahan yang sangat dalam.

Pinggangnya yang ramping lebih menonjolkan busungan buah dadanya yang tampak sangat menantang. Aku coba merebahkan diri disampingnya dan ternyata Dea tetap lelap dalam tidurnya. Pikirku menerawang, teringat aku akan wati, yang juga mempunyai buah dadanya yang montok, yang pernah aku tiduri malam minggu yang lalu, saat aku melepaskan lelah dipanti pijat tradisional yang terdapat banyak dikawasan aku berpraktek.

Tapi wati ternyata hanya nikmat dipandang, karena permainan seksnya jauh dibawah harapanku. Waktu itu aku hampir-hampir tidak dapat pulang berjalan tegak, karena burungku masih tetap keras dan mengacung setelah selesai bergumul dengan Wati.

Maklum aku tidak terpuaskan secara seksual, dan kini telah seminggu berlalu dan aku masih memendam birahi diselangkanganku. Aku mencoba merabah buah dada Dea yang begitu menantang, ternyata dia tidak memakai beha dibawah bajunya.

Teraba puting susunya yang mungil. Dan ketika aku mencoba melepaskan bajunya, ternyata dengan mudah untuk aku lakukan tanpa membuat Dea terbangun. Aku dekatkan bibirku keputingnya yang sebelah kanan ternyata Dea tetap tertidur.

Aku mulai merasakan kemaluanku mulai membesar dan agak menegang, jadi aku teruskan permainan bibirku ke puting susu Dea yang sebelah kiri, dan aku mulai meremas buah dada Dea yang montok itu.

Terasa Dea bergerak dibawah himpitanku, dan tampak dia terbangun, namun aku segera menyambar bibirnya , agar dia tidak menjerit. Aku lumatkan bibirku ke bibirnya, sambil menjulurkan lidahku kedalam mulutnya.

Terasa sekali Dea yang semula agak tegang, mulai rileks dan agaknya dia menikmati juga permainan bibir dan lidahku, yang disertai dengan remasan gemas pada kedua buah dadanya. Setelah aku yakin Dea tidak akan berteriak, aku alihkan bibirku kearah bawah, sambil tanganku mencoba menyibakan roknya agar tanganku dapat meraba kulit pahanya.

Ternyata Dea sangat berkerja sama, dia gerakkan bokongnya sehingga dengan mudah malah aku dapat menurunkan roknya sekaligus dengan celana dalamnya, dan saat itu kilat diluar membuat sekilas tampak pangkal Dea yang mulus, dengan bulu kemaluan yang tumbuh lebat diantara pangkal pahanya itu.

Kujulukan lidahku kususupi rambut lebat yang tumbuh sampai ditepi bibir besar kemaluanya. Ditengah atas, ternyata clitoris Dea sudah mulai mengeras, dan aku jilati sepuas hatiku sampai Terasa Dea menggerakan bokongnya pasti dia menahan gejolak berahinya yang mulai terusik oleh jilatan lidahku itu.

Dea membiarkan aku bermain dengan bibirnya, dan terasa tanganya membukai kancing kemejaku, lalu melepaskan ikat pinggangku dan mencoba melepaskan celanaku. Agaknya Dea mendapat sedikit kesulitan karena celanaku terasa sempit karena kemaluanku yang makin membesar dan makin menegang.

Sambil tetap menjilati kemaluanya, aku membantu Dea melepaskan celana panjang dan celana dalamku sekaligus, sehingga kini kami mulai bertelanjang bulat, berbaring bersama dilantai kamar sedangkan ibunya masih nyenyak diatas tempat tidur.

Mata Dea tampak agak terbelalak saat dia memandang kearah bawah perutku, yang penuh ditumbuhi rambut kemaluanku yang subur, dan batang kemaluanku yang telah membesar penuh dan dalam keadaan tegang, menjulang dengan kepala kemaluanku yang membesar pada ujungnya dan tampak merah berkilat.

Kutarik kepala Dea agar mendekat ke kemaluanku, dan kusodorkan kepala kemaluanku kearah bibirnya yang mungil. Ternyata Dea tidang canggung membuka mulutnya dan mengulum kepala kemaluanku dengan lembutnya.

Tangan kananya mengelus batang kemaluanku sedangkan tangan kirinya meremas buah kemaluanku. Aku memajukan bokongku dan batang kemaluanku makin dalam memasuki mulut Dea.

Kedua tanganku sibuk meremas buah dadanya, lalu bokongnya dan juga kemaluanku. Aku memainkan jariku di Clitoris Dea yang membuatnya mengelinjang saat aku rasakan kemaluan Dea mulai membasah, aku tahu saatnya sudah dekat.

Kulepaskan kemaluanku dari kuluman bibir Dea, dan kudorong Dea hingga terlentang. Rambut panjangnya kembali terburai diatas bantal. Dea mulai sedikit merenggangkan kedua pahanya, sehingga aku mudah menempatkan diri diatas badanya, dengan dada menekan kedua buah dadanya yang montok, dengan bibir yang melumat bibirnya, dan bagian bawah tubuhku berada diantara kedua pahanya yang makin dilebarkan.

Aku turunkan bokongku dan terasa kepala kemaluanku menyentuh bulu kemaluan Dea, lalu aku geserkan agak kebawah dan kini terasa kepala kemaluanku berada diantara kedua bibir bersarnya dan mulai menyentuh mulut kemaluanya.

Kemudian aku dorongkan batang kemaluanku perlahan-lahan menyusuri liang sanggama Dea, terasa agak seret majunya karena Dea telah menjanda 2 tahun, dan agaknya belum merasakan batang kemaluan laki-laki sejak itu.

Dengan sabar aku majukan terus batang kemaluanku sampai akhirnya tertahan oleh dasar kemaluan Dea. Ternyata kemaluanku cukup besar dan panjang bagi Dea, namun ini hanya sebentar saja karena segera terasa Dea mulai sedikit mengerakan bokongnya sehingga aku dapat mendorong batang kemaluanku sampai habis menghuncam ke dalam liang kemaluan Dea.

Aku membiarkan kemaluanku didalam liang kemaluan Dea sekitar 20 detik baru setelah itu aku mulai menariknya perlahan-lahan, sampai kira-kira setengahnya, lalu aku dorongkan dengan lebih cepat sampai habis.

Gerakan bokongku ternyata membangkitkan birahi Dea yang juga menimpali dengan gerakan bokongnya maju mundur, kadang kala kearah kiri dan kanan dan sesekali bergerak memutar, yang membuat kepala dan batang kemaluanku terasa diremas-remas oleh liang kemaluan Dea yang makin membasah.

Tidak terasa Dea terdengar mendesah desah, terbaur dengan dengusan nafasku yang ditimpali dengan hawa nafsu yang makin membumbung.

Untuk pertama kali aku menyetubuhi Dea, aku belum ingin melakukan gaya yang barang kali akan membuatnya kaget, jadi aku teruskan gerakan bokongku mengikuti irama bersetubuh yang tradisional, namun ini juga membuahkan hasil kenikmatan yang amat sangat.

Sekitar 40 menit kemudian, disertai dengan jeritan kecil Dea, aku hujamkan seluruh batang kemaluanku dalam dalam, kutekan dasar kemaluan Dea dan seketika kemudian. Terasa kepala kemaluanku mengangguk ngangguk didalam kesempitan liang kemaluan Dea dan memancarkan air maniku yang telah tertahan lebih dari satu minggu.

Terasa badan Dea melemas, dan aku biarkan berat badanku tergolek diatas buah dadanya yang montok. Batang kemaluanku mulai melemas, namun masih cukup besar dan kubiarkan tergoler dalam jepitan liang kemaluanya.

Terasa ada cairan hangat mengalir membasahi pangkal pahaku. sambil memeluk tubuh Dea yang berkeringat, aku bisikan ketelinganya, Dea trimakasih.

Incoming search terms:

  • haus kontol
  • cerita sek janda bahenol haus kontol gede dawa
  • cerita abg haus kontol gede
  • cerita janda yg doyan kontol gede
  • cerita dewasa ngentot janda stw haus kontol gede
  • cerita haus kontol
  • janda haus ngentot
  • CERITA TANTE GIRANG HAUS KE PUASAN KONTOL
  • kontol dewasa
  • Hauskontol

Tags: #cerita dewasa #cerita mesum #cerita ngentot #cerita sex #januari 2016 #setengah baya #terbaru

Tinggalkan pesan "Cerita Sex Dewasa 2016 Janda Sexy Yang Haus Kontol"

Penulis: 
author
nama saya ironika saya lahir november 1994 saya tinggal disuatu kota kecil yang memiliki ompset susu terbaik di negeri ini,saya orang nya suka tertawa dari pada ditertawain orang lain bagi saya sukses itu memerlukan perjuangan bahkan bisa menjadikan kepala jadi kaki kaki jadi kepala yeaaaaaaahhhhhh